Kue Pia Kacang Ijo “HD Tweety”

Kue Pia Kacang Ijo “HD Tweety”
Menciptakan Lapangan Pekerjaan Bukan Mencari Lapangan Pekerjaan

july 3,2009

Di sebuah rumah di Desa njekek, Kecamatan Baron, para wanita sibuk mencetak adonan Kue Pia dan para lelaki sedang sibuk mengoven. Di sudut kota kecil di daerah Kertosono inilah berdiri  sebuah home industry yang memproduksi pia kering HD Tweety. Kenapa HD?. HD merupakan singkatan nama dari dua orang pemilik usaha ini, Heri Fajar dan Dedi Haryono. “Sedangkan Tweety itu karena kami berdua suka tokoh animasi tersebut” tutur dua orang sahabat yang notabenenya pernah mengikuti sekolah Tata Boga. Berawal dari sekedar ingin mencoba-coba berwirausaha Dedi dan Hery memberanikan diri untuk mencari modal pinjaman. Dan ternyata usaha mereka patut di acungi jempol.
Usaha yang  baru dirintis sejak 6bulan lalu ini berkembang cukup pesat. Tiap harinya mereka mampu memproduksi 12ribu kue. Hal ini karena mereka ulet dan selalu menjaga kualitas dari Pia HD Tweety. Berkunjung ke tempat pembuatan Pia Kacang ijo ini membuat saya ingin mencoba membantu mencetak Kue Pia. Para karyawan serta pemiliknya pun juga ramah-ramah meskipun pekerjaan saya agak berantakan.
Oke
Membantu mencetak Kue Pia membuat saya lapar dan tergiur untuk mengincipi Kue tersebut. Apalagi setelah mencium bau harum Kue Pia yang baru keluar dari oven membuat saya semakin tergoda untuk mencomot salah satu Kue tersebut. Nyam..nyam…rasanya? Hemm…tidak di ragukan lagi, paduan dari kulit yang membalut kacang ijo dengan komposisi tepung, gula,  telur, margarine, serta minyak kelapa sawit, dan kemudian di oven sampai garing. Mampu menggoyang lidah para penikmatnya. Kresh..di luar, lembut di dalam. Menikmati Kue Pia Kacang ijo cocok sekali ditemani dengan secangkir kopi panas atau teh hangat sembari bersantai dengan keluarga.
Produk HD Tweety ini disajikan dalam tiga kemasan, kemasan roll isi enam yang biasanya dijual dipasaran dengan harga Rp.2500,-, kemasan mika isi 12 biji dengan harga Rp.5.000,- dan kemasan toples dengan harga Rp.10.000 + toples Rp.5.000,-. Pemasarannya juga tidak hanya sebatas di daerah Kertosono, akan tetapi juga mencapai Madiun, Kediri, Ponorogo, Surabaya, Jombang, Magetan dan Pare.

Duo GJ
Dedi dan Hery memang sosok anak muda yang kreatif. Meskipun mereka masih muda tapi mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk warga Desa jekek. Hingga saat ini ada 30 karyawan yang bekerja di home industry tersebut. Para karyawan tersebut bekerja dengan sisitem borongan sesuai dengan bagian masing-masing. Gaji yang mereka peroleh di bayar setiap akhir pekan.
Di tengah-tengah ketatnya kompetisi untuk mendapatkan pekerjaan, rasanya tidak ada salahnya kalau memberanikan diri untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan malah mencari. Kalau anda ingin bewira usaha, kenapa tidak?. Mulailah dari sekarang.(Ari novitasari/070810657)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: