TETAP BERSEMANGAT, MESKI DI MUSIM PACEKLIK

Perkembangan industri kecil dan rumahan di Kota Surabaya dan Sidoarjo beberapa tahun ini, agaknya mulai menunjukkan eksistensinya. Di beberapa tempat, mulai muncul industri-industri kecil baru yang dapat memberikan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi mikro penduduk sekitar. Seperti halnya dengan Sentra Industri Sandal dan Sepatu Wedoro, kawasan industri yang terletak di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo ini pernah mengecap indahnya masa jaya sekitar 12 tahun yang lalu

 

Jajaran toko-toko yang hampir seluruhnya menjual sepatu, sandal, serta tas hasil industri sendiri terlihat cukup sepi. Tak perlu masuk pun, dengan mudah barang-barang didalamnya tertangkap oleh mata. Selain itu, hawa panas dan sesekali lalu lalang kendaraan sepertinya ikut meyapa para pengunjung Sentra Industri, yang dapat ditempuh dalam waktu 10 hingga 15 menit dari terminal bus Purabaya ini. “Iya memang beberapa tahun ini sudah sepi mbak,” kata Nur Avivah (21). Nur, sapaan akrabnya adalah seorang penjaga salah satu toko di Sentra tersebut. “Ini masih lumayan rame. Liburan,kan. Dari pada biasanya,” ungkap wanita berjilbab ini.

            Sentra Industri sepatu dan sandal ini pada awal berdirinya pada sekitar tahun 2000an sudah mampu memikat hati publik. Mengkonsentrasikan diri pada produksi sepatu dan sandal, berbagai macam jenis dan merk sandal bahkan sepatu tersedia di sana. “Di sini macem-macem, mbak” kata Suyanto (48), seorang pemilik salah satu toko yang juga produsen sepatu dan sandal di sentra tersebut. “Tapi kebanyakan ya hampir-hampir sama. Lha kadang kan banyak yang satu pabrik, jadi ya produknya sama,” imbuh bapak dari 2 anak itu. Karena banyaknya toko yang ada, pengunjungpun ditawari banyak macam pilihan barang yang tersedia. Menurut Rohimah (50), salah satu pengunjung sentra tersebut selain bermacam-macam model yang disediakan juga harganya yang sangat miring dan terjangkau. “Enak mbak, di sini murah-murah, kan. Jadi  bisa lebih hemat,” ujarnya sembari tertawa.

            Berbagai kelebihan yang telah ditawarkan oleh sentra industri tersebut membuat semakin membaiknya pendapatan masyarakat sekitar terutama  pihak-pihak yang telah berkecimpung secara langsung pada kegiatan ekonomi tersebut. Hal itu dikarenakan banyak penduduk sekitar yang mulai tertarik untuk terjun ke pekerjaan produksi sandal dan sepatu. “Awalnya memang belum banyak yang ikut produksi, tapi karena omzetnya terus nambah, ya produksi juga nambah. Makanya pekerja sama modalnya juga harus nambah, mbak,” tukas Suyanto. Keikutsertaan dalam industri ini terlihat dari semakin banyaknya toko-toko baru yang dibangun.

            Namun kejayaan sentra sandal dan sepatu tersebut mulai redup. Sejak sekitar 3 tahunan yang lalu, pengunjung terlihat mulai berkurang. Padahal saat masih berjaya, setiap hari jalan Wedoro ini dibanjiri oleh pengunjung yang jalan kaki berlalu lalang untuk sekedar cuci mata atau memborong sandal, sepatu, bahkan tas. “Dulu sini rame sekali, mbak. Mesti sini kan macet dulu. Lha sekarang sepi,” ujar Ahmad Suharianto (33) salah satu tukang parkir di sentra industri itu.

            Industri kecil tersebut telah menjadi motor penggerak dominan pertumbuhan ekonomi penduduk sekitar. Dengan semakin meredupnya pamor industri Wedoro tersebut, membuat ekonomi warga juga mulai tarik ulur. Banyak warga yang sudah mulai untuk tidak lagi menggantungkan pemasukan dari keuntungan industri ini lagi. “Saya sekarang nyambi jualan bakso mbak, kalau nggak gitu nggak bisa makan, sekarang usaha ini tidak bisa dijadikan patokan,” ungkap salah satu penjual sandal di sentara tersebut yang tidak mau diketahui namanya. “Tapi mbak, saya sama teman-teman di sini (pemilik dan produsen sandal) tetap bersemangat. Meskipun beberapa tahun ini lagi sepi, peceklik. Semoga saja kalau kita di sini tetap semangat, industri ini bisa bangkit lagi seperti dulu,” tambahnya.

            Sentra Industri Kecil seperti Wedoro ini adalah suatu usaha yang baik. Industri-industri seperti inilah yang dibutuhkan bangsa kita untuk segera mengurangi angka pengangguran yang jumlahnya semakin membengkak. Namun yang dibutuhkan adalah cara pemeliharaan konsumen agar industri tidak mati dan tetap bisa maju dan berkembang. (Chairina R/070810660)

 ~*~

 

 

zmz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: