Sepatu, Media Lukis Pengganti Kanvas

Sepatu, Media Lukis Pengganti Kanvas

Melukis biasanya dilakukan di atas kertas atau kanvas. Kemudian muncul media lain untuk melukis, seperti tembok atau kaos. Belakangan ini muncul media lain yang dijadikan sarana untuk menuangkan ide melukis, yaitu sepatu. Unik, menarik dan tentunya menjanjikan rupiah yang tidak sedikit.
Sepatu memang belum lama ini dikembangkan menjadi media lukis. Tujuan utamanya tentu saja untuk meraup rupiah. Namun, tentu saja kreasi baru ini juga dapat mengembangkan seni lukis itu sendiri. Seni lukis tidak lagi hanya dituangkan dalam media-media konvensional seperti kanvas atau kertas. Sepatu pun juga mulai dilirik untuk menyalurkan hobi melukis.
Dikutip dari sinarharapan.com, salah satu pembuat sepatu lukis, Andina Nabila Irvani, 18, mengaku memang hobi melukis sejak kecil. Hingga kemudian di pertengahan tahun 2008 ia mulai mengembangkan kreasi melukis di atas sepatu. Di bawah brand, Spotlight, sepatu lukis kreasi Andina pun berkembang pesat hingga dipasarkan ke luar kota.
Gambar yang menarik serta warna yang mencolok menjadi daya tarik tersendiri dari sepatu lukis ini. Seperti yang disampaikan oleh Sunny, 17, salah satu penggemar sepatu lukis. ”Desain gambarnya unik. Sangat berbeda dengan sepatu-sepatu yang dijual di toko,” ujarnya. Untuk berkreasi dengan sepatu lukis, konsumen memang dibebaskan untuk merancang sendiri gambar sepatunya. Ini pula yang menjadi daya tarik sepatu lukis. Semua gambar bisa disesuaikan dengan selera.
Keunikan lain sepatu lukis adalah untuk satu gambar, rata-rata pembuat hanya melukisnya pada satu pasang sepatu saja. Hal ini ternyata juga yang menjadi penarik minat konsumen. ”Desainnya itu limited edition. Jadi, jarang disamai oleh sepatu milik orang lain,” tutur Hendra, 18.
Melukis di atas sepatu memang gampang-gampang susah. Selain memerlukan ketelitian yang tinggi, juga memerlukan keterampilan melukis yang cukup memadai. Ini semua karena sepatu-sepatu tersebut dilukis langsung dengan tangan (hand made). Sehingga, keahlian dan kreatifitas benar-benar diuji dalam membuat sepatu lukis.
Meskipun begitu, sepatu lukis tidak semata-mata dimonopoli oleh mereka yang pandai melukis saja. Orang-orang yang ingin memiliki sepatu unik ini, namun merasa tidak bisa melukis, cukup memesan saja kepada para produsen. Para produsen tersebut biasanya juga sudah merangkul pelukis-pelukis lain untuk membantu usahanya. Jadi, tidak perlu kecewa bagi yang tidak bisa melukis. Cukup bermodal imajinasi, maka kreatifitas pun dapat langsung dituangkan dalam sepatu lukis. (Aprilliana Rahmadani)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: