Harga Diri Arek Suroboyo

Siapa yang tak kenal dengan Bung Tomo? Pria yang memiliki nama asli Sutomo (Wikipedia) ini dikenal sebagai pahlawan penggerak ‘bonek’ . Ketika Surabaya diserang oleh tentara NICA, seruannya berhasil membangkitkan hasrat dan semangat arek-arek Suroboyo. Rekaman asli pidatonya yang berapi-api di simpan di Museum Sepuluh November.

Museum Sepuluh November didirikan sebagai kenangan atas pertempuran di Surabaya, 10 November 1945. Museum ini merupakan wujud kebanggaan atas kemenangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah. Museum yang diresmikan tahun 2000 ini berdiri bersama dengan Monumen Tugu Pahlawan. Namun, masyarakat Surabaya lebih mengenal sebutan Tugu Pahlawan.

Monumen yang berwujud tugu ini berdiri setinggi 41 meter. Kemegahan gapura yang berbentuk lidah api bersiap mengundang perhatian turis. Ini sebagai bentuk peringatan terhadap kobaran semangat perjuangan para pahlawan. Patung Sang Proklamator, Bung Karno dan Bung Hatta, pun berdiri gagah menyambut para pengunjung. Ketika memasuki area ini aroma patriotisme terasa kental.

Sesuai namanya, museum ini berisi memori dan artefak perjuangan arek-arek Suroboyo. Bagian dalam museum ini terdapat diorama sebagai gambaran aksi kepahlawanan dengan menggunakan senjata sederhana, yaitu bambu runcing. Hanya dengan sebatang bambu, masyarakat Surabaya mampu memenangkan pertempuran.

Di bagian tengah museum, sebuah patung retorika peperangan 10 November menggambarkan ekspresi para pejuang. Dengan melihat karya tersebut, pengunjung serasa ditarik kembali ke dalam suasana perang berpuluh-puluh tahun lalu. Sedangkan di lantai dua, terdapat benda-benda sejarah dari jaman perjuangan. Namun, pengunjung dilarang untuk mengambil foto sebagai dokumentasi pribadi. Bila pengunjung ingin mendengar suara yang ada di dalam diorama, mereka harus memasukkan koin ke dalamnya.

Nah, bila ingin berkunjung, Monumen Tugu Pahlawan terbuka untuk umum. Hanya dengan harga dua ribu rupiah para pengunjung dapat menikmati monumen yang menjadi harga diri arek-arek Suroboyo. Perjalanan wisata ke Surabaya terasa tidak lengkap bila berkunjung ke Tugu Pahlawan! (Veronica Kristi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: