tugas dasjur

Model dadakan di Suramadu

 

            Siang itu Senin 15 Juni 2009 saya bersama beberapa teman mencoba melintasi jembatan Suramadu. Jembatan yang diklaim merupakan jembatan terpanjang se-Asia Tenggara. Saat itu tarif tol belum diberlakukan karena belum ada seminggu jembatan itu resmi dibuka. Jembatan yang menghubungkan kota Surabaya-Madura ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit. Namun, dari berita yang saya dengar sudah banyak mur, baut dan lampu serta alat lainnya yang hilang dicuri.  Ada guyonan  yang berkembang mengatakan alat-alat itu dicuri salah satu etnis yang mempunyai stereotipe sebagai tukang rombeng. Tentu saja hal tersebut hanya guyonan belaka, karena bisa-bisa menimbulkan konflik antar etnis.

            Hal lucu dan mungkin norak  lainnya adalah banyaknya pengendara yang melintas dan berhenti di tengah jembatan. Hanya sekedar untuk berfoto layaknya seorang model. Jembatan Suramadu jadi objek wisata dadakan. Memang hal itu wajar saja. Melihat kemegahan Suramadu, tak heran banyak orang yang tak ingin melewatkan kesempatan berfoto disitu.

            Jalur akses di sekitar jembatan pun banyak ditumbuhi PKL. Bagai cendawa di musim hujan.  Mereka menggelar dagangan dengan seenaknya di sekitar jembatan. Hanya saja, keamanan disitu harus ditingkatkan. Sebelum tindak kriminalitas semakin merajalela.

 

 

By : Risky Widia Puspitasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: